Tanjungbalai.RieNews.Co.Id
Desakan percepatan perbaikan jalan kembali mencuat di Kota Tanjungbalai. Sejumlah titik di Jalan Sudirman dilaporkan mengalami kerusakan parah akibat pekerjaan hotmix yang belum rampung, sehingga menimbulkan lubang-lubang berbahaya bagi pengguna jalan.
Kondisi tersebut memicu kekhawatiran masyarakat karena dinilai telah meningkatkan risiko kecelakaan, terutama bagi pengendara roda dua., jalan yang seharusnya menjadi akses utama justru berubah menjadi titik rawan, terlebih saat malam hari atau ketika hujan turun.
Pihak terkait, khususnya UPT PUPR Bina Marga Provinsi Sumatera Utara, didesak untuk segera mengambil langkah konkret dalam menyelesaikan pekerjaan yang tertunda. Perbaikan yang setengah jadi dinilai tidak hanya menghambat mobilitas, tetapi juga mengancam keselamatan warga.
Pernyataan tersebut pada dasarnya adalah bentuk desakan publik dari DPD KNPI Kota Tanjungbalai kepada pihak terkait agar segera menuntaskan perbaikan infrastruktur jalan yang rusak.
Ketua DPD KNPI, Muhammad Azri, menyoroti kondisi Jalan Sudirman di Kota Tanjungbalai yang berlubang akibat pekerjaan hotmix yang belum selesai. Kondisi ini dinilai berbahaya karena sudah menyebabkan banyak pengguna jalan mengalami kecelakaan.
Sorotan juga diarahkan kepada Gubernur Bobby Nasution agar segera turun tangan memastikan percepatan penyelesaian proyek tersebut. Diharapkan adanya pengawasan langsung dari pemerintah provinsi dapat mendorong pihak pelaksana untuk bekerja lebih cepat dan maksimal.
Masyarakat berharap perbaikan jalan ini tidak berlarut-larut dan dapat segera diselesaikan secara menyeluruh, sehingga Jalan Sudirman kembali aman dan nyaman dilalui oleh seluruh pengguna jalan.
sebagai Gubernur Sumatera Utara untuk turun langsung ke lapangan guna melihat kondisi sebenarnya, sekaligus mendorong percepatan penyelesaian pekerjaan oleh UPT PUPR Bina Marga Provinsi Sumatera Utara.
Intinya, ada tiga poin utama dalam pernyataan tersebut:
1. Mendesak percepatan perbaikan jalan yang rusak dan berlubang
2. Menyoroti dampak keselamatan yang sudah memakan korban
3. Meminta perhatian langsung dari gubernur untuk penanganan segera.(sm)


