Jeritan Warga Lima Puluh Kota : Kemana Lagi Kami Mengadu, Setiap Hujan Banjir Menyerang Rumah Kami

Batu Bara, RIENEWS.ID –
Menanggapi banjir yang menerpa setiap hujan turun, Sutrisno (62) salah seorang warga Lingkungan V Jalan Perintis Kemerdekaan Lima Puluh Kota Kecamatan Lima Puluh Kabupaten Batu Bara meluapkan keluhannya, Senin (16/5/22). Sutrisno mengaku paling sering diterpa luapan air hujan.

“Entah kemana lagi kami mengadu. Waktu banjir kemarin diberitakan, Lurah Lima Puluh Kota dan pihak Dinas Perkim sudah turun namun tidak ada tindak lanjutnya. Jadinya ya gini, banjir dan banjir lagi”, gerutunya.

Intensitas hujan yang cukup tinggi beberapa hari terakhir menyebabkan Kelurahan Lima Puluh Kota Kecamatan Lima Puluh Kabupaten Batu Bara kembali digenangi air.

Kondisi ini semakin diperparah akibat sistim drainase yang sangat buruk mengakibatkan luapan air hujan menyerang jalan dan permukiman penduduk.

Luapan air hujan yang tidak tersalur karena drainase tumpat juga mengakibatkan antrian panjang kendaraan di perempatan Lima Puluh Kota. Luapan air membanjiri sejumlah permukiman warga, Minggu (15/5/22).

Hujan yang mulai mengguyur sekitar pukul 17.00 Wib bahkan memaksa sejumlah petugas kepolisian bekerja ekstra keras mengurai antrian panjang kendaraan hingga pukul 22.00 Wib.

Tingginya intensitas curah hujan juga mengakibatkan luapan banjir ke daerah yang lebih rendah di Jalan Perintis Kemerdekaan tepatnya Mapolres Batu Bara. Di tempat ini, pada satu sisi drainase ditutup trotoar sehingga air tidak dapat masuk ke parit drainase. Sementara pada sisi lainnya, drainase tertumpat sampah dan pasir lumpur sehingga air tidak dapat mengalir dengan lancar.

Banjir menerjang sejumlah permukiman di kawasan Blok VIII Lingkungan X, Lingkungan V Kampung Kristen dan Perumahan Lima Puluh Permai. Ketinggian air mencapai 20-30 cm. Tak sedikit warga mengeluhkan kondisi ini, namun sepertinya tak pernah digubris pemerintah daerah setempat. (ps)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!