Batu Bara, RIENEWS.ID –
Apes benar nasib yang menimpa sepasang muda mudi, Sendi (20) warga Desa Empat Negeri dan Sindi (18) warga Desa Pulau Sejuk, Kecamatan Datuk Lima Puluh, Kabupaten Batu Bara. Mereka menjadi korban pengeroyokan orang tak dikenal (OTK) sehingga harus menjalani perawatan di RSUD Batu Bara, Rabu (4/5/22) sekitar pukul 22.30 Wib.
Keduanya mengalami luka-luka setelah dianiaya secara bersama oleh sejumlah orang di Jalan Perintis Kemerdekaan Lima Puluh – Simpang Dolok tepatnya di Perkebunan Tanah Itam Ulu Kecamatan Lima Puluh.
Sendi, kepada wartawan Kamis (5/5/22) petang membenarkan bahwa malam itu dirinya bersama pacarnya (Sindi) dianiaya sejumlah orang.
“Malam itu aku dan Sindi dari arah Lima Puluh menuju pulang ke Pulau Sejuk mengendarai sepeda motor F-U 150. Dalam perjalanan, sepeda motor-ku dipepet oleh pengendara sepeda motor jenis bebek yang berboncengan dengan seorang cewek persis di sekitar Simpang Kampung Nainggolan. Orangnya ngak ku kenal”, kata Sendi.
Selanjutnya kata Sendi, ia dan Sindi mengejar sepeda motor yang memepetnya serta mengingatkan pengendera. “Jangan gitu naik keretanya bang, bisa bahaya”, bilang Sendi.
Tak terima diitegur, pengendara motor tersebut malah menghardik dan menantang Sendi. “Apa kau, main kita, tunggu di simpang ya”, ujar Sendi menirukan pengendera sepeda motor dimaksud.
Tak usai disitu, seiring sepeda motor terus melaju tiba-tiba datang pengendera sepeda motor lainnya yang langsung menunjang paha kanan Sindi hingga sepeda motor yang dikenderai Sendi oleng lalu terjatuh ke parit kiri jalan.
Akibatnya, lengan kanan Sendi mengalami luka karena terseret ke badan jalan dan Sindi mengalami luka pada kaki kiri dan kanan. Sedangkan sepeda motor yang dikendarai Sendi mengalami kerusakan.
Setelah Sendi dan Sindi terluka dan tergeletak di dalam parit disitulah sejumlah pelaku melakukan penganiayaan terhadap Sendi membuat derita pemuda asal Desa Pulau Sejuk itu bertambah.
Bagian wajah dan badan Sendi tampak memar diduga buah kepalan tangan dan tunjangan para pelaku.
Sendi tidak melakukan perlawanan karena melindungi Sindi yang takut turut jadi sasaran “kebrutalan” para pelaku.
Aksi tersebut baru berhenti setelah warga pengguna jalan lainnya melintas dan berhenti di TKP. Bahkan pengguna jalan itu sempat menandai salah seorang terduga penganiayaan terhadap Sendi.
Tidak ada harta berharga milik korban yang hilang, namun karena kedua korban mengalami luka-luka sehingga harus mendapatkan perawatan di RSUD Batu Bara.
Diakui Sendi, mereka belum membuat laporan pengaduan ke pihak berwajib karena mendahulukan perawatan. (ps)

