
RIENews.ID, Batu Bara – Ketua Komisi III DPRD Batu Bara, Amat Mukhtas menilai, Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) yang saat ini dialihkan dalam bentuk tunai ke Kantor Pos, akan lebih efektif jika dikembalikan kepada E-Warong. Ia mengkhawatirkan, jika penyaluran tidak dilakukan dalam bentuk bahan pangan, dapat menimbulkan pergeseran fungsi.
“Ini, kan, bantuan BPNT, Bantuan Pangan Non Tunai. Artinya dalam bentuk sembako. Maka ada disitu beras, ada kacang-kacangan, ada buah dan sayur, jadi itulah namanya bantuan pangan. Tapi kalau uang yang diberikan, ini bisa beralih fungsi. Siapa yang bisa mengontrol uang-uang itu dibelikan sembako atau tidak” ungkapnya.
Menurut Anggota Dewan yang juga Ketua Fraksi PKS itu, E-Warong dinilai punya sejumlah hal positif. Diantaranya sebagai pendorong gerak maju perekonomian masyarakat, seperti pelaku-pelaku usaha berkelas mikro, kecil dan menengah.
“Sebagaimana e-warong itu diberikan kewenangan penuh untuk menyiapkan bahan baku nya. Sebenarnya positif disitu. Ekonomi masyarakat juga bisa terbantu. Ada sekitar 50 lebih e warong yang ada, perputaran disitu kan membantu masyarakat yang punya usaha-usaha kecil” sebutnya.
Bantuan Pangan Non Tunai adalah program Pemerintah dalam upaya memperbaiki mekanisme penyaluran bantuan pangan keluarga miskin. Program penting itu sudah berjalan sejak 2017.
Memasuki awal tahun 2022, pemerintah pusat melalui Kementerian Sosial mengeluarkan instruksi penyaluran BPNT secara tunai. Instruksi tersebut berlaku sejak masa uji coba pada Januari lalu hingga Maret.
Sampai saat ini masih belum diketahui perihal adanya instruksi lanjutan mengenai peralihan tersebut. Termasuk, tentang penyaluran bantuan yang akan dilakukan secara permanen melalui PT. Pos Indonesia, atau dikembalikan semula pada mekanisme E-Warong.
Reporter I Fakhruddin Alrazi

