
RIE News, Batubara – Suci Fatimah, bocah 11 tahun penyandang disabilitas di Batubara itu tak henti-hentinya melebarkan senyum saat tim Rumah Informasi dan Edukasi bersama PK KNPI Datuk Limapuluh dan unsur Karang Taruna menyinggahi rumahnya dengan beragam buah tangan.
Dari berbagai bingkisan yang ada, matanya melirik, fokus pada satu objek: sebuah hadiah kursi roda dari Ketua Komisi II DPR RI, Ahmad Doli Kurnia Tandjung. Gerak tubuhnya memberi isyarat, seakan tak sabar untuk segera mencoba hadiahnya itu.
Belum diketahui secara pasti apa penyebab kelumpuhan yang diderita buah hati dari pasangan Adi Suwondo dan Juliana, warga desa Empatnegeri Kecamatan Datuk Limapuluh, Kabupaten Batubara ini. Namun, sang ayah mengaku, tanda-tanda tumbuh kembang secara tidak normal itu sudah nampak sejak Suci masih berusia 6 bulan.
Meskipun dengan keadaan yang serba kekurangan, berbagai pengobatan tetap mereka upayakan. Mulai dari pengobatan secara medis, hingga pengobatan alternatif yang dilakukan secara intens selama lebih kurang satu setengah tahun.
Sayangnya, upaya maksimal dan harapan besar itu tak kunjung memperlihatkan titik terang. Hal itu membuat Suwondo dan Istri menjadi pasrah. Untuk sementara waktu pengobatan pun terpaksa dihentikan. Apalagi sebabnya, jika bukan karena keterbatasan finansial.
Bantuan dari Ketua Komisi II DPR RI dalam bentuk kursi roda itu memang amat dinanti-nantikan. Nyatanya, Suwondo menunjukkan, selama ini Suci hanya menggunakan kursi tempahan yang dirakit dari bahan besi cor bangunan dan papan seadanya.

Melihat bentuknya saja, siapapun pasti ikut merasakan betapa tidak nyamannya ketika anak dengan kondisi seperti Suci berada diatasnya. Tapi orangtua mana yang tak ingin memberi fasilitas terbaik bagi anaknya. Memang, masalah finansial menjadi persoalan pelik yang dihadapi keluarga itu. Miris.
“Alhamdulillah, terimakasih pak Doli. Kami tidak bisa membalasnya, hanya kuserahkan kepada Allah SWT. Karena bantuan ini ada (manfaatnya) di kami,” tutur Suwondo dengan nada haru.
Harapan itu tak pupus begitu saja. Suwondo yakin suatu saat puteri kesayangannya itu akan sembuh, sehingga dapat bermain dan beraktifitas layaknya anak seumuran Suci saat ini. Suwondo menambahkan, sebagian dokter mengatakan bahwa Suci Fatimah saat ini tengah mengalami gizi buruk. Sehingga, ia beranggapan, mungkin saja anaknya masih bisa sembuh jika dirinya mampu memberikan nutrisi secara baik.

Itu sebabnya Suwondo tetap optimis dan bersemangat dalam mencari nafkah. Ia berjualan bakso dengan menggunakan sepeda motor tua miliknya. Dengan semangat itu pula, Suwondo menyisihkan sedikit demi sedikit hasil dagangan itu. Sehingga dapat memodifikasi sepeda motornya menjadi sebuah becak yang digunakan untuk mempermudah pekerjaannya.
“Dulu belum ada becak ini, cuma kereta (sepeda motor) gitu aja. Nggak boleh putus asa lah. Hanya Allah yang bisa ngasih sembuh,” tutur Adi Suwondo dengan lugu.
Tak hanya kursi roda dari Ketua Komisi II DPR RI, Ahmad Doli Kurnia Tandjung. Kedatangan tim Rumah Informasi dan Edukasi bersama PK KNPI Datuk Limapuluh dan unsur Karang Taruna juga membawa sejumlah bantuan dalam bentuk sembako dan perlengkapan anak. Bantuan tersebut diperoleh lewat patungan antar ketiga organisasi itu.
Keberadaan Suci memang butuh perhatian serius. Apalagi dengan kondisinya saat ini, butuh pola asuh yang harusnya dilakukan secara khusus. Anak-anak seperti Suci Fatimah juga berhak bahagia. Mereka layak untuk diperhatikan dengan kasih sayang dan kepedulian dari orang-orang disekitarnya.***(fakhruddin alrazi)

