Batu Bara, Rienews.co.id | 13 Januari 2026 — Massa yang tergabung dalam Aliansi Gerakan Mahasiswa Pemuda Indonesia menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Batu Bara, Selasa (13/1/2026).
Aksi tersebut dilakukan sebagai bentuk protes terhadap dugaan penyimpangan anggaran serta pelaksanaan sejumlah program yang dinilai tidak transparan dan tidak sesuai dengan prosedur.
Dalam aksinya, Koordinator Aksi, Jailani, menyampaikan sejumlah tuntutan. Salah satunya meminta Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Batu Bara untuk membuka secara transparan penggunaan anggaran belanja pada November 2025, khususnya terkait pengadaan vitamin, antiparasit, analgesik, dan vaksin.
Ia menilai banyak program pengadaan dan kegiatan yang diduga sarat praktik mark up.
Jailani menegaskan bahwa anggaran yang bersumber dari uang rakyat seharusnya dikelola secara bertanggung jawab, tepat sasaran, dan manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.
“Mana yang katanya Batu Bara Bahagia, sementara masih banyak masyarakat di pelosok desa yang kesulitan memenuhi kebutuhan makan sehari-hari,” ujarnya dalam orasi.
Ia juga mendesak agar Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan memberikan penjelasan terbuka kepada publik terkait dugaan penyimpangan anggaran tersebut. Menurutnya, transparansi adalah kewajiban pemerintah daerah dalam menjaga kepercayaan masyarakat.
Selain itu, massa aksi meminta aparat penegak hukum serta lembaga pengawas untuk segera melakukan audit dan investigasi terhadap pengelolaan anggaran di Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Batu Bara. Mereka menilai, jika dugaan tersebut dibiarkan, akan berdampak merugikan masyarakat kecil, khususnya peternak dan nelayan yang sangat bergantung pada program pemerintah.
“Jika tuntutan kami tidak direspons, kami akan kembali turun ke jalan dengan jumlah massa yang lebih besar dan terus mengawal persoalan ini hingga ke ranah hukum,” tutup Jailani. (Nms)


