Batu Bara, RIENEWS.ID – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) mempunyai tugas menyelenggarakan pelayanan kesehatan secara berdaya guna dan berhasil guna dengan mengutamakan upaya penyembuhan, pemulihan, peningkatan, pencegahan, pelayanan rujukan, dan menyelenggarakan pendidikan dan pelatihan, penelitian dan pengembangan serta pengabdian masyarakat.
Demikian penjelasan Direktur RSUD Batu Bara dr. Guruh Wahyu Nugroho kepada wartawan di ruang kerjanya, Selasa (21/6/22).
Untuk mencapai tujuan tersebut, dr. Wahyu mengungkapkan managemen rumah sakit milik Pemkab Batu Bara itu telah memasang 4 target yang akan dicapai hingga akhir tahun ini.
Disebutkan dr. Wahyu, keempat target tersebut adalah Reakreditasi, persiapan RSUD sebagai Badan Layanan Umum Daerah (BLUD), peningkatan kompetensi SDM, dan penambahan dokter spesialis.
Terkait reakreditasi, diungkapkan dr. Wahyu, RSUD Batu Bara yang saat ini sudah menyandang predikat bintang satu diprogramkan untuk naik predikat pada tahun 2023 menjadi bintang dua.
Untuk mencapai target tersebut, Wahyu menyebutkan managemen RSUD telah dan terus melakukan pembenahan disemua lini dan memastikan seluruh layanan sesuai standar.
“Sedangkan target kedua menjadikan status RSUD Batu Bara dari UPT menjadi BLUD dimaksud untuk fleksibilitas penggunaan anggaran”, paparnya.
Menjawab wartawan, dengan lugas dr. Wahyu menjelaskan banyak manfaat bila RSUD berstatus BLUD. Diantara manfaat tersebut diantaranya pendapatan, dapat digunakan langsung, Belanja akan menjadi anggaran yang flexibel dengan ambang batas.
Manfaat berikutnya adalah kebebasan dalam pengelolaan Kas dengan pemanfaatan dana hasil pelayanan. Pengelolaan barang, dapat dikecualikan dari aturan umum pengadaan, dan barang inventaris dapat dihapus.
Demikian pula terkait Surplus/Defisit. Surplus dapat digunakan untuk tahun berikutnya, sedanglan defisit dapat dimintakan dari APBN. “Intinya, tujuan utama BLUD adalah peningkatan pelayanan bukan meningkatkan keuntungan”, ungkap dr. Wahyu.
Terkait target ketiga yakni peningkatan kompetensi SDM, pihaknya telah dan akan terus mengikutsertakan tenaga adminisrasi dan tenaga medis untuk mengikuti pelatihan atau workshop demi peningkatan kemampuannya.
Dan target keempat, menurut dr. Wahyu, direncanakan penambahan dokter spesialis neurologi dan spesialis mata sehingga dokter spesialis menjadi 23 orang. (ps)

