Makkah, Rie News — Pelaksanaan puncak haji menjadi momen penuh tantangan sekaligus pembuktian profesionalisme bagi Petugas Haji. Begitu juga bagi petugas kloter 12 KNO Medan. musim haji tahun 1446H / 2025 M.
Kloter 12 , merupakan kloter pamungkas gelombang pertama Embarkasi dengan 360 jemaah, berasal dari 2 kabupaten kota dipimpin Ketua Kloter, Ahmad Rizky pembimbing ibadah, Ustad Sofyan Siagian dokter dr Anhar Safitri dan perawat Sri Rahmadani serta didampingi dr senior sekaligus Kepala dinas kesehatan Batu Bara dr Deni Syahputra.

Tak ayal perhatian yang diberikan para petugas mendapat apresiasi dari jemaah haji, tak terkecuali jemaah Seperti yang diungkapkan Roy Marta Wahyudi Lubis jemaah asal Kabupaten Batu Bara Ia merasakan langsung kebaikan petugas.
“Perhatian petugas kepada jemaah haji luar biasa dalam melayani jemaah. Saya pribadi merasakan layanan itu, khususnya pada saat pelaksanaan puncak haji di Armuzna (Arafah, Muzdalifah dan Mina),” ungkapnya kepada reporter Rie .
Roy juga mengungkapkan rasa haru ketika ibu nya yg sudah sepuh sangat diperhatikan dengan telaten kesehatan ibu saya sangat terperhatikan dokter mengawasi dengan seksama tanpa kenal lelah meski sama sama baru saja lelah dari melontar jumroh di jamarat.
“Serta saya menjadi saksi saat orang hilang para petugas sigap mencarinya seperti tak kenal lelah saat di Mina. Saya terharu, terima kasih untuk semua petugas,” katanya haru.

Menurut Ketua Kloter Ahmad Rizky kesuksesan ini tak lepas dari peran sentral para petugas kloter. Koordinasi hal yang sangat penting dalam memimpin jemaah.
“Disamping bimbingan ibadah dan pendampingan PHD, juga ada dukungan tim medis yang standby 24 jam memastikan kondisi kesehatan jemaah tetap prima, terutama selama puncak haji yang sangat menguras tenaga,. Sehingga tidak ada jemaah yang dirawat maupun safari wukuf” jelas Rizky
Petugas juga menunjukkan kesiapan luar biasa menghadapi jadwal kedatangan yang sangat singkat. Jemaah kurang lebih 7hari, dengan segala keterbatasan koordinasi dengan pihak syarikat seluruh rombongan sudah didorong menuju Arafah.
Tidak hanya itu, kata Rizky kehadiran petugas haji daerah (PHD), seperti abangda Jumari serta Mualim Dr Kh Muhammad Nasir Lc MA juga memperkuat dari pembinaan spiritual dan penguatan manasik secara mendalam kepada para jemaah.
“Keberadaan petugas haji daerah juga sangat memberikan membantu para petugas kloter. Mereka memberikan dukungan penuh dalam memberikan pelayanan terutama dalam membimbing jemaah haji,” sebutnya.
Selain petugas kloter, peran para karom dan karu tak kalah penting sebagai ujung tombak pelayanan di tingkat rombongan dan regu. Karom dan karu juga diberi bimbingan oleh pembimbing ibadah.
“Mereka bahu membahu, memastikan tidak ada jemaah yang tertinggal atau terlantar selama pelaksanaan ibadah haji,” cerita Rizky kepada reporter kami.

“Alhamdulillah, semua berjalan lancar berkat kerja sama dan koordinasi yang sangat baik dari seluruh petugas. Kami mengedepankan pelayanan yang humanis, sigap, dan menyeluruh,” sambung nya.
Kesuksesan petugas kloter 12 menjadi bukti bahwa sinergi, profesionalisme, dan semangat melayani dapat membawa hasil yang luar biasa dalam penyelenggaraan ibadah haji.

Sehingga apresiasi dan ucapan terima kasih datang dari jemaah KNO 12 Jemaaah mengaku merasa nyaman, terbantu, dan sangat terbimbing baik dari segi administrasi maupun ibadah selama berada di Tanah Suci, Alhamdulillah dengan pelaksanaan tawaf Ifadoh yg telah diselesaikan tadi malam mudah mudahan Kloter 12 mendapatkan Haji dan Hajjah yg mambruk. (Ys)

