Batu Bara, RIENEWS.ID – Federasi buruh dan beberapa elemen buruh lainnya, sepakat berkumpul dan menemui Baharuddin Siagian untuk berdiskusi mengenai visi misi dan program Bahar – Syafrizal terkait jaring pengamanan buruh dan pengembangan kawasan industri Kuala Tanjung yang sudah memasuki tahapan pembangunan infrastruktur.
“Kita mau dengar progran Bahar terhadap buruh di Batu Bara ini”, kata Rahmad, salah seorang Ketua Konfederasi Serikat Buruh Seluruh Indonesia (SBSI) Kabupaten Batu Bara di cafe Sada Jiwa Indrapura Kecamatan Air Putih, Jumat (18/10/24) malam.
Ditempat sama, Yusri Bajang, Ketua FSB NIKEUBA DPC KSBSI Kabupaten Batu Bara mengungkapkan selama ini organisasinya belum pernah dukung mendukung didalam pemilihan kepala daerah di Kabupaten Batu Bara.
“Terlebih belum ada Bupati yang punya visi yang menyonangkan hati buruh di kawasan industri ini,” sambung aktivis buruh yang sudah pernah merasakan dinginnya lantai penjara karena membela buruh di momentum demo UU Ciptaker.
Kepada Bahar, Danil Fahmi, SH yang memfasilitasi diskusi dengan gabungan buruh yang menami diri “BB1, Buruh Bahagia Bersatu” memperkenalkan seluruh elemen. Selain dari NIKEUBA, masih ada dari Federasi Serikat Buruh KAMIPARHO, FTIA diketuai Mahadan Dalimunthe serta elemen-elemen buruh dan forum-forum lainnya serta perwakilan Forum Peduli Masyarakat Kawasan Ekonomi Khusus Sei Mangkei (FPM KEK SMK) diwakili Sekjennya Drs. Ramlan Santoso alias Baron.
“Saya ini mantan Kadisnaker Provsu, tentunya saya dekat dan memahami persoalan buruh disini”, buka pria yang akrab disapa Bahar ini menanggapi permintaan perwakilan buruh.
Sembari menyeruput sanger pesanannya, Bahar mengaku sanking dekatnya, dirinya sampai membuatkan sebuah aula khusus yang bisa dipakai seluruh buruh dan serikatnya untuk kegiatan-kegiatan mereka. “Jadi ga perlu lagi bayar-bayar hotel, mahal”, kenang Bahar.
Pengakuan Bahar sungguh memberi kesan berbeda terhadap perwakilan buruh yang hadir. Selama ini pejabat dan pemimpin daerah paling alergi berurusan dengan kaum marjinal bernama buruh.
“Wah agak laen yo bang, awak dulu masuk penjara gegara demo bela buruh, tak ado pejabat dinas atau kepala daerah ondak membela awak disini”, sela Yusri Bajang mengingat memori lama.
Bahar tersenyum sembari merangkul bahunya, melanjutkan penjelasan-penjelasan detailnya mengenai program-program tentang buruh.
“Tanpa menunggu lama, selain program BPJS kesehatan yang gratis untuk seluruh warga Batu Bara, saya juga sedang mengeksekusi program buruh khususnya pekerja rentan seperti pedagang UMKM, nelayan, bilal mayyit, dan lain lain agar mereka mendapatkan cover jaminan asuransi yang maksimal dari BPJS Ketenagakerjaan,” terang Bahar yang disambut tepuk tangan perwakilan buruh.
Pantauan wartawan, merasa mendapatkan kawan diskusi yang seimbang dan berimbang, kawan kawan buruh saling berbalas tanya jawab yang seru sampai waktu tak terasa sudah lewat tengah malam.
Sungguh moment yang sangat akrab dan penuh kehangatan bagi buruh yang sering dilupakan dan terlupakan.
Diakhir silaturahminya, Bahar menyampaikan akan merapatkan seluruh elemen industri terutama buruh dalam satu badan koordinasi untuk mengawal dan mengembangkan bersama Kawasan Industri Kuala Tanjung.
“Kita akan maksimalkan seluruh potensi kawasan industri bila Paslon nomor urut 02 Bahar – Syafrizal memimpin Batu Bara. Bantu saya mengawal ini,” pintanya. (ps)

