Tanggapi Polemik Pantun ‘Baharuddin’, PC Himmah Batu Bara Minta Masyarakat Tidak Terprovokasi. 

Batu Bara, Rienews.co.id

Polemik pantun Calon Bupati Batu Bara Ayahanda H. Baharuddin SH.M,Si saat ini menjadi perbincangan yang sangat hangat di Sosial Media dan begitu menarik perhatian banyak orang apalagi tokoh tokoh di Kabupaten Batu Bara Jumat 11 Oktober 2024.

Apalagi ditambah dengan gorengan yang di bumbui dengan Issue Sara dan menggiring Opini publik untuk menarik nilai negatif nilai Negatif Masyarakat Kabupaten Batu Bara itu sendiri.

Berita yang berseliweran di Sosial Media hari ini cukup begitu banyak pihak yang ingin menanggapi apa yang di sampaikan Ayahanda Baharuddin SH, M,Si dengan pantun yang di lontarkannya.

Dan Issue ini mendapatkan respon dari salah satu Organ Bagian Al Jam’iyatul Washliyah Kabupaten Batu Bara yaitu dari Ketua Himpunan Mahasiswa Al-Washliyah (HIMMAH) Kabupaten Batu Bara Bung Feri Putra.

Beliau memandang bahwa kontestasi politik sering kali terjadi Dinamika yang terjadi di dalamnya dan jelang pencoblosan Pilkada Batu Bara acap kali sering terjadi, dan itu merupakan hal yang sangat sangat lumrah terjadi, untuk dapat menjatuhkan lawan politiknya.

Dinamika didalam sebuah politik itu merupakan hal yang sangat sering terjadi dan itu adalah hal yang biasa, apalagi mau Pilkada dalam waktu dekat pada Tanggal 27 November 2024 mendatang.

Semakin mendekat akan semakin kuat dinamikanya dan semakin kencang angin yang menerpa Ayahanda Baharuddin SH, M,Si baik yang berbentuk Negatif Campaign maupun Black Campaign

Begituu juga dengan Issue, Suku Ras, Agama dan antar golongan (SARA) dipastikan akan menjadi santapan Favorit bagi Tim lawan atau pendukung salah satu Paslon.

Feri menuturkan Issue ini sangat sangat sensitif terhadap persatuan dan kesatuan, karena dapat memecah belah umat akibat dari lisan.

Himpunan Mahasiswa Al Washliyah Kabupaten Batu Bara yang di komandoi oleh Bung Feri saat itu dimintai keterangan di Partner Coffee Lima Puluh Jln. Lintas Sumatera itu pun menanggapi dan memandang bahwa issue suku tidak lagi menjadi pengaruh yang besar bagi Masyarakat khususnya di Kabupaten Batu Bara yang kita cintai ini .

Masyarakat Batu Bara sudah sangat cerdas dalam menanggapi issue Issue seperti ini.

Kami memandang beredarnya video yang lagi hangat tentang Pantun yang di sampaikan Ayahanda Baharuddin SH, M,si ini justru digunakan hanya untuk memojokkan dan agar menimbulkan efek ketidaksimpatian Masyarakat dengan Ayahanda Baharuddin.

Pungkas Feri dalam keterangan tersebut menyampaikan sudahlah jangan kita suka membuat keributan di Batu Bara ini dengan membuat opini opini negatif, mari kita fokus saja dengan Pasangan Calon kita masing masing, memang kalau pohon sudah tinggi maka angin yang datang cukup kencang menerpa agar dapat menjatuhkan.

Sudahilah segala narasi kebencian yang dibangun untuk upaya mendapatkan legitimasi dari masyarakat Batu Bara.

Kami sangat yakin dan percaya bahwa upaya upaya yang dilakukan tersebut tidak akan berhasil mempengaruhi Masyarakat Kabupaten Batu Bara yang cerdas dan tidak mudah terprovokasi terang Feri.

Kami memandang apa yang di sampaikan Ayahanda Bahar adalah ucapan yang sangat jujur dan tidak dibuat buat terbuka dan bicara apa adanya.

Beliau sama sekali tidak menyembunyikan identitas kesukuan apalagi hanya untuk mendapatkan simpati dari Masyarakat dengan berlindung dengan suku tertentu

Kami berharap mari kita akhiri polemik yang terjadi saat ini mari kita junjung tinggi persatuan diantara kita, jangan jadikan kontestasi politik Lima tahunan ini sebagai ajang perpecah belahan antara kita.

Mari kita hentikan kebiasaan kebiasaan yang menggunakan Issuke Suku karena kita tak ingin terjadi perpecahan.

Mari kita menjadi Washol yaitu penghubung antara yang terpecah dan menyambung yang sudah terputus pungkas Feri.

(Admin)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!