Batu Bara, RIENEWS.co.id. Tertundanya pencairan
Tunjangan Perbaikan Penghasilan (TPP) bagi ASN non guru dan tunjangan sertifikasi guru di Kabupaten Bara disikapi GAMKI Kabupaten Batu Bara.
Sekretaris GAMKI Kabupaten Batu Bara Irwansyah Putra Tampubolon menyayangkan keterlambatan membayarkan tunjangan tersebut.
“Sangat disayangkan Pemkab Batu Bara dibawah kepemimpinan Bupati Zahir yang akan mengakhiri jabatannya lamban dan dinilai gagal membayar TPP ASN dan tunjangan sertifikasi guru”, ungkapnya, Jumat (15/12/23).
Tampubolon mempertanyakan apa alasan keterlambatan pembayaran kedua tunjangan tersebut. “Apa kas daerah yang selama ini diisukan kosong memang benar-benar kosong. Kalau benar kosong kemana perginya”, tanyanya.
Diyakininya ada masalah keuangan yang diduga ditutup-tutup-tutupi pihak Pemkab Batu Bara. Tampubolon minta Bupati Zahir terus terang menyebutkan alasan yang menyebabkan kas daerah Batu Bara kosong.
Sekedar diketahui saat perhelatan HUT Kabupaten Batu Bara yang ke 17, Pemkab Batu Bara mengucurkan dana hingga Rp. 1 miliar. Dana sebesar itu diperuntukkan membiayai seluruh rangkaian acara yang berlangsung selama 3 hari itu.
Beberapa ASN dan guru bersertifikasi menyayangkan kebijakan Pemkab Batu Bara yang dinilai menghambur-hamburkan uang. Sementara dilain pihak TPP dan tunjangan sertifikasi guru tidak kunjung cair.
Amatan wartawan, TPP yang telah dibayarkan baru hingga September 2023. Sementara
tunjangan sertifikasi guru baru dibayarkan hingga triwulan ketiga (periode Juli hingga September) pada 24 November silam.
Sedangkan untuk triwulan keempat (periode Oktober hingga Desember) hingga saat ini belum diketahui kapan pencairannya. (ebson)

