
RIENews.ID, Asahan – Warga di Kabupaten Asahan nampaknya punya destinasi wisata baru. Jalan penghubung antara dua Kabupaten (Asahan – Batu Bara) di wilayah Kanal Indah, Pasar Baru Kecamatan Silau Laut terlihat mirip dengan arena lintasan offroad yang dapat memacu adrenalin siapapun yang melintas.
Saat melintasi jalan di wilayah itu, kepiawaian kita dalam mengemudi kendaraan memang betul-betul diuji. Sebab, jika salah perhitungan sedikit saja, bisa menjadi insiden yang dapat mencelakai diri. Apalagi jika diguyur hujan lebat, jalan yang lebih mirip arena offroad itu akan jadi lebih ekstrim lagi.

Bagi siapa saja yang ingin melatih ketangkasan di arena offroad, jalan di wilayah Kabupaten Asahan ini sangat cocok untuk anda jajal. Tidak tanggung-tanggung, sekira lebih kurang 3 kilometer jalanan berlumpur telah dipenuhi dengan lubang besar bak kawah raksasa di sejumlah titik. Bagaimana, anda merasa tertantang?
“Angek Kali”
Sayangnya, jalan di kawasan Pasar Baru itu merupakan jalur alternatif yang sering digunakan warga setempat. Banyak masyarakat yang mengeluhkan tentang kondisinya saat ini. Sebagian bahkan membanding-bandingkan dengan kondisi jalan di Kabupaten tetangga mereka, Batu Bara. Mereka, seringkali merasa iri dengan warga di Kabupaten Batu Bara yang saat ini dinilai tengah merasakan fasilitas jalan yang layak.
“Ini saya dari Ujung Kubu mau pulang ke Silau Laut. Kadang kita angek kali (sangat iri) nengok jalan di Batu Bara itu mulus-mulus” kata Imran, pengguna jalan yang merupakan warga Kecamatan Silau Laut.
Kondisi jalan yang rusak parah itu bahkan telah menimbulkan dampak buruk pada sektor perekonomian. Transportasi hasil bumi yang terhambat menjadi beban berat masyarakat setempat yang umumnya berprofesi sebagai petani kelapa dan kelapa sawit. Terlebih, jalan di kawasan Pasar Baru itu merupakan jalur alternatif strategis yang menghubungkan dua Kabupaten dengan jarak paling dekat.

Kondisi jalan rusak parah yang dialami warga Kabupaten Asahan, nampaknya tidak hanya dirasakan di wilayah Kanal Indah, Pasar Baru saja. Sebuah akun sosial media milik warga Asahan terpantau sedang memberikan kritik terhadap kondisi jalan yang rusak parah itu. Kritik lewat postingan di akun facebook itu menunjukkan tentang kondisi jalan di kawasan Air Joman.
Sama hal nya dengan kondisi jalan di wilayah Pasar Baru, Roziq Abdillah Ali melalui unggahannya di sosial media menyamakan kondisi jalan tersebut dengan arena lintasan offroad yang ekstrim. Belum lagi jika panas terik. Jalanan rusak dengan debu yang berterbangan dianggapnya mirip dengan hujan salju di Eropa. Ungkapan tersebut merupakan sindiran keras terhadap Pemerintah setempat.

Roziq Abdillah Ali merupakan putera dari H. Ibrahim Ali, Pimpinan Jamaah Dzurriyat Tuan Syech Silau Laut di Kabupaten Asahan. Saat dikonfirmasi, Roziq menyayangkan tentang minimnya kepedulian Pemerintah setempat dalam menangani persoalan tersebut. Apalagi di daerah itu terdapat salah satu situs sejarah peradaban dan pusat syiar agama Islam.
Termasuk makam Tuan Syech Silau Laut yang merupakan ulama besar nusantara pada masanya. Setiap hari, makam tersebut ramai dikunjungi peziarah dari berbagai daerah. Tidak hanya peziarah di seputaran Sumatera saja, tapi juga hingga pulau Jawa dan Negara-Negara rumpun melayu, termasuk Malaysia dan Thailand.

“Kita sebagai warga Asahan, kan, malu. Karena yang datang berziarah disini bukan hanya warga setempat. Tapi dari daerah-daerah yang jauh juga” sebutnya.
Roziq juga menyayangkan kepedulian dari masyarakat setempat. Apalagi, menurut dia, jalan di kawasan Kanal Indah tersebut pada mulanya dibuka dengan susah payah oleh masyarakat dengan cara bergotong-royong. Ia menilai, semestinya ada kesadaran masyarakat untuk menjaga dan merawatnya.
“Zaman dahulu, masyarakat bersusah payah membuka jalan tersebut dengan alat sederhana memakai cangkul. Sekarang sudah terbuka lebar jalan nya kok nggak ada sedikit pun perhatian untuk menjaga dan memperbaiki jalan itu dengan baik” tuturnya.
Dari pantauan awak media, jalan tersebut seringkali digunakan oleh para pengusaha tokeh sawit dengan membawa kendaraan bermuatan yang seringkali melebihi tonase. Sehingga kerusakan terjadi sepanjang jalan dibanyak titik. Hal ini tentunya perlu perhatian dan penanganan serius. Pengawasan juga perlu dilakukan agar kerusakan yang terjadi tidak semakin parah.
Silau Laut merupakan daerah strategis. Wilayah itu menghubungkan langsung antara Kabupaten Asahan dengan sejumlah daerah pesisir timur. Termasuk daerah-daerah yang saat ini tengah menghadapi industrialisasi besar-besaran, diantaranya Kabupaten Batu Bara dan Kota Tanjung Balai.

Jika akses jalan dikelola dengan baik, sektor perdagangan dipercaya akan meningkat secara otomatis. Terlebih, masyarakat di Kabupaten Asahan tentu tidak akan memakan waktu lama untuk menempuh perjalanan menuju Pelabuhan International Kualatanjung, dan Pelabuhan di Tanjungbalai. Perbaikan jalan yang menghubungkan antar Kabupaten dapat dilakukan, tentunya dengan koordinasi antara pihak Pemerintah Daerah setempat dengan Pemerintah Provinsi.
Fakhruddin Alrazi


