8 Tahun Dibina BAZNAS Batu Bara, Desa Sumber Tani Bertransformasi Menjadi Kampung Zakat dan Raih Apresiasi Nasional

BATU BARA – Program pemberdayaan ekonomi melalui Lumbung Pangan Binaan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Batu Bara selama delapan tahun menunjukkan hasil yang signifikan. Berawal dari dua kelompok tani binaan pada 2018, program tersebut kini berkembang menjadi tiga kelompok tani dengan sekitar 50 petani anggota di Desa Sumber Tani, Kecamatan Datuk Tanah Datar, Kabupaten Batu Bara.

Ketiga kelompok tersebut yakni Kelompok Tani Al-Ikhlas, Kelompok Petani Maju, dan Kelompok Tani Jami’. Dengan luas lahan mencapai 37,06 hektare, program yang didampingi BAZNAS Kabupaten Batu Bara ini tidak hanya mendorong peningkatan produktivitas pertanian, tetapi juga berhasil menumbuhkan kesadaran petani dalam menunaikan zakat, infak dan sedekah (ZIS).

Desa Sumber Tani merupakan salah satu kelompok binaan yang telah menjalani proses pendampingan terlama dalam Program Lumbung Pangan BAZNAS Kabupaten Batu Bara. Dalam perjalanannya, program mengalami berbagai dinamika dan tantangan. Namun, melalui evaluasi, pendampingan serta konsistensi pengurus dan para petani, program tersebut terus berkembang dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

Wakil Ketua BAZNAS Kabupaten Batu Bara Bidang Penyaluran dan Pendayagunaan, H. Bakhtiar Mogaza, mengatakan bahwa Program Lumbung Pangan tidak hanya berorientasi pada peningkatan ekonomi petani, tetapi juga mendorong kesadaran untuk menjalankan kewajiban sebagai umat Islam, khususnya dalam menunaikan zakat hasil pertanian.

Menurutnya, program tersebut juga memiliki keterkaitan dengan agenda pembangunan nasional, khususnya dalam mendukung ketahanan dan stabilitas pangan.

“Zakat hasil pertanian bukan sekadar kewajiban ibadah, tetapi juga bentuk kepedulian dan tanggung jawab sosial seorang petani terhadap masyarakat di sekitarnya. Ini merupakan salah satu bentuk nyata BAZNAS yang berkolaborasi dengan petani dalam mendukung Asta Cita Presiden Republik Indonesia, khususnya dalam mewujudkan swasembada pangan,” ujar H. Bakhtiar.

ZIS Petani Capai Rp538,5 Juta

H. Bakhtiar menjelaskan, sejak 2018 hingga 2026, para petani binaan di Desa Sumber Tani secara konsisten menghimpun dan menyalurkan ZIS dari hasil pertanian.

Dari sekitar 50 petani yang tergabung dalam tiga kelompok tani, dengan luas lahan 37,06 hektare, total ZIS yang berhasil dihimpun mencapai Rp538.569.000.

Adapun penghimpunan ZIS tersebut tercatat sebagai berikut:

• 2018: Rp10.652.000

• 2019: Rp27.015.000

• 2020: Rp37.302.000

• 2021: Rp62.937.000

• 2022: Rp109.548.000

• 2023: Rp84.849.000

• 2024: Rp43.866.000

• 2025: Rp89.183.000

• 2026: Rp73.217.000

Pengumpulan tersebut dilakukan setelah masa panen, yang dalam satu tahun umumnya berlangsung sebanyak dua kali.

“Alhamdulillah, meskipun perjalanan kelompok mengalami kondisi naik turun dan berbagai risiko pertanian, konsistensi para pengurus dan petani akhirnya membuahkan hasil. Mereka tidak hanya mampu mengembangkan usaha pertanian, tetapi juga mampu menunaikan ZIS dari hasil yang mereka peroleh,” jelasnya.

Dari Kelompok Tani Menjadi Kampung Zakat

Keberhasilan tersebut kemudian mendorong Desa Sumber Tani berkembang menuju konsep Kampung Zakat, di mana aktivitas pemberdayaan ekonomi masyarakat berjalan beriringan dengan peningkatan kesadaran dalam menunaikan kewajiban zakat.

H. Bakhtiar mengatakan, keberhasilan tersebut menjadi bukti bahwa pemberdayaan zakat dapat diarahkan untuk membangun kemandirian masyarakat, khususnya melalui sektor pertanian.

“Kini kelompok tani binaan di Desa Sumber Tani bersama BAZNAS Kabupaten Batu Bara telah mencapai tahap membentuk desa tersebut sebagai Kampung Zakat. Pertanian dikelola dengan baik, petani berkembang dan memiliki kemampuan untuk menunaikan ZIS sesuai dengan syariat Islam,” katanya.

Selain itu, keberadaan program juga memberikan perubahan pada pola pemasaran hasil pertanian. Sekitar 70 persen hasil panen petani telah dipasarkan tanpa melalui tengkulak, sehingga petani memiliki ruang yang lebih besar untuk memperoleh nilai ekonomi dari hasil produksinya.

Program tersebut juga telah mendorong 25 petani bertransformasi dari mustahik menjadi muzaki, sebuah capaian yang dinilai menjadi indikator penting keberhasilan pemberdayaan ekonomi berbasis zakat.

Mendapat Dukungan BAZNAS RI

Konsistensi Program Lumbung Pangan BAZNAS Kabupaten Batu Bara juga mendapat perhatian dari BAZNAS Republik Indonesia.

Sebagai bentuk apresiasi terhadap keberlanjutan program, BAZNAS RI memberikan dukungan tambahan berupa dana serta menugaskan seorang pendamping yang direkrut langsung oleh BAZNAS RI untuk mendukung pengembangan Program Lumbung Pangan di Kabupaten Batu Bara.

Dukungan tersebut diharapkan semakin memperkuat pendampingan terhadap kelompok tani, meningkatkan produktivitas pertanian serta memperluas dampak pemberdayaan kepada masyarakat.

Raih Apresiasi Nasional dari Kementerian Agama

Prestasi Program Lumbung Pangan di Desa Sumber Tani tidak berhenti pada keberhasilan penghimpunan ZIS dan transformasi petani.

Sebagai kelompok yang telah mendapatkan pendampingan sejak awal program, Desa Sumber Tani juga mendapatkan apresiasi dari Kementerian Agama Republik Indonesia melalui kategori Best Program Sustainability & Economic Independence.

Penghargaan tersebut dijadwalkan diterima di Semarang pada 17 September 2026.

Penghargaan ini menjadi salah satu bentuk pengakuan atas keberlanjutan program pemberdayaan ekonomi yang dilakukan melalui pendampingan pertanian, hingga mampu menciptakan petani yang semakin mandiri dan tidak bergantung kepada tengkulak.

Pertanian, Zakat dan Kemandirian Ekonomi

Keberhasilan Program Lumbung Pangan di Desa Sumber Tani menunjukkan bahwa pemberdayaan zakat dapat dikembangkan tidak hanya dalam bentuk bantuan konsumtif, tetapi juga melalui program produktif yang mendorong penerima manfaat menjadi mandiri.

Melalui pendampingan yang berkelanjutan, program diarahkan untuk meningkatkan produktivitas pertanian, memperkuat ekonomi masyarakat, mengurangi ketergantungan petani terhadap tengkulak, meningkatkan kesadaran zakat serta mendorong transformasi mustahik menjadi muzaki.

H. Bakhtiar menyampaikan, keberhasilan tersebut tidak terlepas dari semangat dan kekompakan jajaran pimpinan serta seluruh PIC BAZNAS Kabupaten Batu Bara.

“Semua ini tidak terlepas dari semangat kerja dan kekompakan komisioner BAZNAS Kabupaten Batu Bara, terutama Ketua H. Haidir Jum’ah, Wakil Ketua Syakbanol Rahmansuri, serta seluruh PIC BAZNAS Kabupaten Batu Bara. Kami juga mengapresiasi dukungan penuh dari Bupati Batu Bara H. Baharuddin Siagian dan Kementerian Agama Kabupaten Batu Bara,” ujarnya.

Ia menambahkan, pengembangan Lumbung Pangan ke depan tidak hanya diarahkan pada swasembada pangan, tetapi juga memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi wisata religi berbasis agrobisnis yang memberikan manfaat ekonomi sekaligus sosial dan keagamaan bagi masyarakat.

 

Target 15 Kelompok Tani Binaan Berhasil

H. Bakhtiar berharap kolaborasi antara BAZNAS Kabupaten Batu Bara, BAZNAS Provinsi Sumatera Utara, BAZNAS Republik Indonesia dan seluruh pemangku kepentingan pemerintahan dapat terus diperkuat.

Menurutnya, keberhasilan tiga kelompok tani di Desa Sumber Tani dapat menjadi contoh dan motivasi bagi kelompok tani binaan lainnya di Kabupaten Batu Bara.

“Kami bersama BAZNAS RI melalui pendampingan yang telah ditugaskan akan terus berkolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten Batu Bara. Bagaimana 15 kelompok tani binaan BAZNAS dapat berhasil, petani terus semangat, sehingga jejak yang baik akan membuahkan hasil yang baik. Ke depan, kami berharap semakin banyak petani yang dapat menjadi petani binaan BAZNAS,” pungkasnya.

Program Lumbung Pangan BAZNAS Kabupaten Batu Bara kini menjadi gambaran bahwa pengelolaan zakat yang dilakukan secara produktif dan berkelanjutan dapat menjadi instrumen pemberdayaan masyarakat. Dari lahan pertanian, tumbuh kemandirian; dari hasil panen, lahir kesadaran berzakat; dan dari petani binaan, lahir para muzaki yang turut memberikan manfaat bagi masyarakat di sekitarnya.

(NMS)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!