Prabowo Ungkit Ancaman Nuclear Winter Jika Perang Dunia III Pecah: Indonesia Tak Terlibat pun Bisa Kena Dampak

Bogor — Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto melontarkan peringatan serius terkait meningkatnya risiko Perang Dunia III, khususnya jika konflik global tersebut melibatkan penggunaan senjata nuklir. Prabowo menegaskan, dalam skenario terburuk, Indonesia tetap akan terdampak, meski tidak terlibat langsung dalam peperangan.

Peringatan itu disampaikan Prabowo saat memberikan arahan dalam Rapat Koordinasi Nasional Pemerintah Pusat dan Daerah Tahun 2026. Ia menyebut bahwa simulasi global menunjukkan perang nuklir tidak mengenal batas negara. Ledakan nuklir dalam skala besar berpotensi memicu fenomena nuclear winter, yakni kondisi ketika debu dan partikel radioaktif menutup sinar matahari, menurunkan suhu bumi, serta menghancurkan sistem pangan dunia.

“Kalau perang dunia ketiga pecah, apalagi perang nuklir, negara-negara yang tidak ikut berperang pun bisa kena. Kita bisa kena dampaknya,” tegas Prabowo. Ia menyebut Indonesia berisiko terdampak mulai dari paparan partikel radioaktif hingga rusaknya ekosistem laut dan rantai pasok pangan global.

Prabowo menjelaskan bahwa nuclear winter bukan sekadar teori, melainkan kajian ilmiah yang menggambarkan kehancuran besar-besaran akibat perang nuklir. Dalam kondisi tersebut, sinar matahari dapat tertutup selama bertahun-tahun, menyebabkan gagal panen massal, krisis pangan global, dan instabilitas ekonomi dunia.

Dalam konteks itu, Prabowo kembali menegaskan posisi politik luar negeri Indonesia yang bebas dan aktif, serta komitmen untuk tidak bergabung dengan pakta militer mana pun. Namun, ia juga mengingatkan bahwa sikap nonblok bukan jaminan keselamatan absolut. Menurutnya, dalam situasi konflik global besar, tidak ada negara yang benar-benar aman, dan bantuan dari pihak lain tidak selalu bisa diandalkan.

“Kalau kita diserang, belum tentu ada yang akan menolong. Karena itu kita harus berdiri di atas kaki sendiri,” ujar Prabowo, menekankan pentingnya kemandirian nasional di bidang pertahanan, pangan, energi, dan ekonomi.

Pernyataan Prabowo tersebut memicu beragam respons di ruang publik. Sebagian kalangan menilai peringatan itu sebagai langkah realistis untuk membangun kewaspadaan nasional di tengah situasi geopolitik dunia yang semakin tidak menentu. Namun, ada pula yang menilai pernyataan tersebut terlalu keras dan berpotensi menimbulkan kekhawatiran di masyarakat jika tidak dibarengi dengan penjelasan kebijakan konkret.

Para pengamat menilai, pesan utama Presiden bukanlah menakut-nakuti publik, melainkan menggugah kesadaran bahwa ancaman global bersifat nyata dan dapat berdampak langsung pada Indonesia. Oleh karena itu, penguatan ketahanan nasional, diplomasi aktif, serta kesiapan menghadapi krisis global menjadi agenda yang tak bisa ditunda.

Di tengah eskalasi konflik internasional dan ketegangan geopolitik dunia, peringatan Prabowo soal nuclear winter menegaskan satu hal: Indonesia boleh tidak berperang, tetapi tidak boleh lengah. (Nms)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!