Dinamika Panas Musda Golkar Sumut: Dari Plt Doli Kurnia Tanjung hingga Terpilihnya Andar Amin Harahap

Batubara – Musyawarah Daerah (Musda) XI Partai Golkar Sumatera Utara tahun 2026 menjadi salah satu forum konsolidasi politik paling menyita perhatian publik. Dinamika internal yang menguat sejak penunjukan Doli Kurnia Tanjung sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Ketua DPD Golkar Sumut, akhirnya bermuara pada terpilihnya Andar Amin Harahap sebagai Ketua DPD Partai Golkar Sumatera Utara periode 2025–2030.

Penunjukan Doli Kurnia Tanjung sebagai Plt Ketua DPD Golkar Sumut oleh DPP Partai Golkar menjadi babak awal perubahan arah kepemimpinan partai berlambang pohon beringin di Sumatera Utara. Di bawah kepemimpinannya, Doli dihadapkan pada tantangan berat: meredam fragmentasi internal, mengembalikan soliditas kader, sekaligus menyiapkan Musda yang demokratis dan bermartabat.

Selama masa kepemimpinannya sebagai Plt, Doli Kurnia Tanjung intens melakukan konsolidasi dengan DPD kabupaten/kota, organisasi sayap, hingga tokoh-tokoh senior Golkar Sumut. Langkah ini dinilai sebagai upaya menyatukan kembali kekuatan politik Golkar yang sempat terbelah pasca dinamika politik nasional dan daerah.

Memasuki tahapan Musda XI, suhu politik internal Golkar Sumut pun meningkat. Sejumlah nama sempat mencuat dan diperbincangkan sebagai kandidat ketua. Namun, dalam perjalanan menuju arena Musda, peta dukungan mulai mengerucut. Andar Amin Harahap, yang dikenal memiliki rekam jejak kuat sebagai kepala daerah dan kader senior Golkar, perlahan tampil sebagai figur pemersatu.

Puncak Musda XI yang digelar di Medan berlangsung dalam atmosfer tegang namun terkendali. Di tengah dinamika dan manuver politik yang mengemuka, mayoritas pemilik suara akhirnya menyatakan dukungan penuh kepada Andar Amin Harahap. Dukungan yang solid tersebut membuat Andar Amin Harahap terpilih secara aklamasi, menandai berakhirnya seluruh spekulasi dan rivalitas yang berkembang sebelumnya.

Keputusan aklamasi itu sekaligus menjadi simbol keberhasilan konsolidasi internal Golkar Sumut, yang tak lepas dari peran Plt Ketua Doli Kurnia Tanjung dalam menyiapkan transisi kepemimpinan secara tertib dan konstitusional. Banyak kader menilai, Musda XI bukan sekadar ajang pemilihan ketua, melainkan momentum rekonsiliasi dan peneguhan arah politik Golkar Sumatera Utara ke depan.

Dengan terpilihnya Andar Amin Harahap, Partai Golkar Sumatera Utara resmi memasuki era baru kepemimpinan. Tantangan ke depan pun menanti, mulai dari penguatan struktur partai, peningkatan elektabilitas, hingga persiapan menghadapi agenda-agenda politik strategis di tingkat daerah dan nasional.

Musda XI Golkar Sumut 2026 pun tercatat bukan hanya sebagai peristiwa politik rutin, melainkan sebuah panggung dinamika, strategi, dan konsolidasi besar yang menentukan arah masa depan Golkar di Sumatera Utara. (Nms)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!