Pengembangan Konsep Waterfront City, Tanjung Tiram Bakal Jadi Kota Nyaman Kelas Dunia

Kepala Bidang Prasarana dan Keselamatan Dinas Perhubungan Kabupaten Batu Bara, Berlin Sovyan Hutabarat. Foto: istimewa

RIENews.ID, Batu Bara – Ketika mendengar nama Tanjung Tiram, mungkin, sebagian besar masyarakat di Kabupaten Batu Bara akan langsung membayangkan sebuah daerah yang padat akan berbagai aktifitas penduduk. Kota kecil yang belum tertata secara maksimal dan kondisi arus lalu lintasnya yang cukup semrawut. Belum lagi dengan kondisi bangunan yang berdempet-dempet dan berdesakan dengan bahu jalan. Sungguh kurang sedap dipandang mata.

Nyatanya, kondisi yang memprihatinkan ini diam-diam telah menjadi perhatian khusus bagi Pemerintah Daerah setempat. Di wilayah pesisir itu, kabarnya akan segera dilakukan pengembangan dengan menggunakan konsep Waterfront City, mirip seperti yang ada di kota Makassar. Hal itu diungkapkan oleh Kepala Bidang Prasarana dan Keselamatan Dinas Perhubungan Kabupaten Batu Bara, Berlin Sovyan Hutabarat.

Rencana pengembangan itu, sebutnya, telah dibahas dalam Rapat Lintas Sektor Pembahasan Ranperbub RDTR Kawasan Tanjung Tiram – Talawi pada 15 Maret lalu di Jakarta Selatan. Dalam rapat tersebut, lanjutnya, Pemkab setempat membahas secara serius mengenai Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) yang akan dikelola secara produktif.

“Kita mau membuat Tanjung Tiram itu seperti (Waterfront City) di Makassar. Jadi nanti ada pelataran, kemudian di pinggir-pinggir ini sekarang, kan, agak miris kita lihat bangunan-bangunan kayu yang udah mau rubuh. Makanya, kita udah plot disitu untuk hunian Rusun (Rumah Susun). Cuman nanti, bagaimana itu, bertahaplah dilakukan oleh OPD masing-masing, disesuaikan dengan anggaran” ungkapnya.

Dalam upaya merealisasikan pengembangan tersebut, Ia mengatakan, Dinas Perhubungan setempat mengambil peran sebagai leading sector dalam hal regulasi jaringan jalan dan transportasi. Dishub, lanjutnya, telah berkomitmen untuk menuntaskan berbagai persoalan yang berkaitan dengan sektor tersebut. Termasuk dalam hal mengantisipasi kemacetan lalulintas dengan membangun sejumlah fasilitas pendukung. Semisal traffic light dan warning light.

Lulusan Sarjana Sains Terapan Transportasi itu juga menjelaskan tentang sejumlah faktor penting yang dapat mendukung realisasi pengembangan Waterfront City tersebut. Diantaranya sinergitas antar Organisasi Perangkat Daerah (OPD), semisal Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang, Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Lingkungan Hidup, serta Dinas Panaman Modal dan Pelayanan Perizinan Terpadu setempat.

Khusus dalam hal penanganan permasalahan lalu lintas, Berlin menganggap perlu adanya kerjasama yang baik antara Dinas Perhubungan dengan pihak Satlantas Polres setempat. Jika kerjasama antar instansi ini dapat berjalan dengan baik, Ia optimis, pengembangan kawasan Tanjung Tiram – Talawi itu dapat rampung pada 2030 mendatang.

“Kendala kita saat ini adalah, kita tidak punya kewenangan lagi dalam hal penindakan. Jadi kita membangun fasilitas, contoh membuat rambu, membuat traffic light, dll. Yang melakukan penindakan itu, kan, kepolisian. Jadi harus ada sinergitas” tuturnya.

Fantastisnya lagi, Berlin mengatakan, pengembangan kawasan Tanjung Tiram – Talawi juga masuk dalam rencana pembangunan Pemerintah Pusat. Kedepan, kabarnya, akan segera dibangun rel kereta api yang menghubungkan kawasan Tanjung Tiram dengan Kualatanjung yang saat ini menjadi Proyek Strategis Nasional.

“Sampai jaringan kereta api juga sudah kita bahas. Bakal ada. Karena itu sudah masuk juga dalam rencana pusat. Akan ada rel kereta api dari Kuala Tanjung ke Tanjung Tiram. Cuma, kalau soal realisasinya kapan, itu tergantung kementrian. Karena itu kan domainnya pusat” sebutnya.

Program pengembangan kawasan Tanjung Tiram – Talawi yang direncanakan oleh Pemkab setempat, memang patut diapresiasi. Program tersebut dapat menjadi solusi restorasi ruang kota, khususnya di daerah pinggiran laut. Jika rencana pengembangan ini dapat berjalan sesuai harapan, maka, tak lama lagi Waterfront City akan segera terealisasi.  Hal itu berarti, kawasan pesisir menuju kota nyaman kelas dunia, sudah di depan mata.

Reporter l Fakhruddin Alrazi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!