Pemasangan Portal Jalan di Bandar Tinggi Simalungun Rugikan Banyak Pihak

Simalungun, RIENEWS.co.id – Pemkab Simalungun melalui Dinas Perhubungan telah memasang portal jalan untuk membatasi kendaraan tonase besar melewati ruas jalan yang menghubungkan Kabupaten Simalungun dengan Kabupaten Batu Bara tepatnya di perbatasan di Nagori Bandar Tinggi, Rabu (13/12/23) malam.

Sontak, pemasangan portal yang disebut-sebut sesuai dengan tipe jalan yang merupakan jalan kabupaten mendapat reaksi dari berbagai pihak, Kamis (14/12/23).

Pemasangan portal disebut-sebut tanpa koordinasi dengan beberapa perusahaan dan RAM penampung buah sawit di Nagori Bandar Tinggi.

Akibatnya puluhan truk serta mobil tanki tonase besar yang datang dari arah Simpang Bandar Tinggi Kabupaten Batu Bara tertahan di depan portal.

“Kami tidak diberitahu ada pemasangan portal sehingga kami tetap datang seperti biasanya menuju PKS Mass. Kalau sudah begini mana ada uang yang dapat kami bawa pulang untuk membiayai penghidupan anak istri kami”, celutuk Edi (34) salah seorang supir.

Pantauan wartawan puluhan truk tonase besar membawa TBS menuju PKS tertahan sejak subuh karena tidak dapat melewati portal. Demikian pula sedikitnya 7 mobil tanki ikut tertahan. Sedianya mobil tanki akan mengangkut CPO dari PKS Mass.

Tepat di depan jalan masuk menuju PKS Mass, beberapa pekerja transport dan bongkar muat mengeluhkan pemasangan portal tersebut.

“Dengan adanya pemasangan portal praktis kami tidak dapat bekerja di PKS. Padahal bongkar muat dan sortase TBS merupakan satu-satunya mata pencaharian kami”, ujar Safii Purba warga Nagori Bandar Rejo yang mengaku mendapat upah dari hasil menyortir TBS yang masuk PKS

Dikatakan untuk bongkar muat dan sortase TBS Mass ada sekitar 100 pekerja. Dikhawatirkan Purba, bila masalah portal dibiarkan berlarut-larut maka 100 orang akan terdampak langsung akibat kehilangan mata pencaharian.

“Karena tidak ada TBS yang masuk otomatis pekerja bongkar muat dan sortase tidak dapat bekerja. Dengan tidak bekerja tentu kami tidak mendapat upah”, tukas Purba.

Selain pekerja di PKS Mass, ratusan pekerja bongkar muat dan sortase di 3 RAM besar juga terancam tidak mendapatkan upah akibat tidak masuknya TBS.

“Dengan kondisi ini terancamlah kami. Saya yang bekerja lepas di bidang transportasi di PKS Mass sejak tahun 2012 tidak memiliki pekerjaan lain. Bagaimanalah nasib anak dan istri kami”, timpal M Irwan Syahputra (34).

Mereka mengkhawatirkan bila portal tersebut tidak dibongkar, akan menimbulkan berbagai dampak sosial.

Diantara dampak tersebut bertambah pengangguran di Kabupaten Simalungun. Perekonomian di Nagori Bandar Tinggi dan Bandar Rejo juga akan terganggu. Bahkan yang lebih ekstrim tingginya pengangguran akan meningkatkan kriminalitas di wilayah itu.

Diakui mereka, pemasangan portal dimaksudkan menjaga kondisi jalan. Namun yang membuat mereka heran, justru jalan yang di portal dari dulu kondisinya sudah kupak kapik.

Sementara itu Pangulu (Kepala Desa) Nagori Bandar Tinggi Kecamatan Bandar Masilam Samsiadi mengakui pemasangan portal sesuai regulasi. Namun digarisbawahinya dengan adanya portal akan berdampak pada menurunnya perekonomian.

“Ini jelas sangat berdampak bagi perekonomian. Harga TBS dari petani juga akan turun karena pengusaha harus menempuh jalan memutar untuk mengangkut TBS. Ratusan pekerja yang selama ini menggantungkan pencahariannya dari PKS, dari RAM dan usaha galian C tentu akan kehilangan mata pencahariannya”, terang Samsiadi.

Meski begitu, Pangulu energik ini menyesalkan sikap perusahaan yang ada di wilayahnya. Pangulu mengatakan selama ini perusahaan di nagorinya terlebih PKS Mass tidak ada memberi kontribusi untuk perawatan jalan.

Bahkan menurutnya, seharusnya perusahaan harus memberi semacam kompensasi kepada masyatakat di ruas jalan yang dilalui  kendaraan yang menuju atau keluar dari perusahaan tersebut.

“Semacam bantuan sosiallah. Mereka kan tidak boleh berpangku tangan melihat kondisi ruas jalan yang mereka lalui”,  tandasnya.

Sebenarnya menurut Pangulu, ada solusi yang dapat mengatasi permasalahan portal tersebut. Pihak perusahaan harus duduk bersama dengan pemangku kepentingan dan memenuhi beberapa poin.

“Namun hingga saat ini belum ada pengusaha disini yang menghubungi kita untuk mencari solusi atas dampak pemasangan portal”, imbuhnya.

Padahal diakui Pangulu, dampak pemasangan portal sangat luar biasa karena sarana dan transportasi yang mereka gunakan tidak dapat melintas.

“Akibatnya terhambatlah perputaran perekonomian dan berdampak kepada pekerja di perusahaan disitu”, ujarnya.

Meski begitu, Pangulu juga mengakui masyarakat umum diuntungkan dengan adanya portal. Dengan adanya portal maka jalan tidak cepat rusak. (ebson)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!