Menjemput Malam Lailatul Qadar

RieNews.Co.Id

Sulaiman Marpaung S.Sos.I

Ramadhan merupakan bulan penuh keistimewaan, bulan penuh kemuliaan, bulan penuh keberkahan. Pada bulan ini, umat Islam diperintahkan untuk beribadah puasa sebulan penuh, yang merupakan salah satu dari lima rukun Islam.

Di bulan yang mulia ini, sebuah malam lebih mulia ketimbang malam lainnya, yaitu malam Lailatulqadar. Istimewanya, umat Islam yang beribadah di malam tersebut akan mendapat pahala yang sama dengan pahala beribadah seribu bulan.

Perlu juga kita ketahui bahwa Lailatul qadar itu harpiahnya bukan malam seribu bulan, itu hanya bahasa populernya saja, yang dimaksud dengan lailatul qadar itu adalah : Lailan artinya malam, sedangkan Qadar memiliki tiga arti, yang pertama adalah Mulia, yaitu malam yang mulia, yang kedua artinya ketentuan, malam dimana Allah menentukan perjalanan hidup seseorang selanjutnya, dan yang ketiga artinya sempit, malam yang sempit, kenapa sempit, karena ketika itu malaikat silih berganti turun ke bumi ini sehingga bumi terasa sempit dengan kehadiran malaikat.

Kenapa Malam seribu bulan, karena Allah menyatakan bahwa malam itu lebih baik dari seribu bulan ” Khairum Min Alfi Syahri ” Lailatul Qadar itu sebenarnya kalau kita akan bahas tidak mudah bahkan hampir dikatakan sangat sulit bahkan mustahil diketahui kehebatannya, kita mengetahui kehebatannya melalui apa yang disampaikan oleh Rasul baik melalui Al Quran maupun melalui sunnah beliau, salah satu diantaranya bahwa Lailatul Qadar itu yang lebih baik dari seribu bulan ketika itu malaikat silih berganti turun.

Apa maknanya malaikat silih berganti turun, satu hal yang perlu kita ketahui bahwa malaikat itu selalu membawa kebaikan, selalu mendorong orang untuk melakukan kebaikan, sehingga pada malam itu orang yang bertemu dengan Lailatul Qadar dia akan selalu terdorong untuk melakukan kebaikan karena malaikat bersama dia.

Kemudian ” Salamun Hiya Hatta Mthla’il Fajr ” salam damai yang dirasakan sampai terbitnya Fajar, dan sampai terbitnya fajar itu bisa berarti sampai terbitnya fajar esok hari, dan bisa juga berarti sampai terbitnya fajar kehidupan manusia di Akhirat nanti, sampai seumur hidupnya dan sampai nanti di akhirat.

Apa artinya Salam, bahwa salam itu artinya damai, dia merasakan kedamaian dan dia mampu memberikan kedamaian, dan damai itu bisa damai aktif dan bisa damai fasif, kalau anda memberi seseorang maka ini bisa melahirkan kedamaian, tapi kalau anda tidak mengganggu seseorang, maka ini juga bisa melahirkan kedamaian.

Karena itu kita bisa berkata ” orang yang merasa dirinya bertemu dengan Lailatul Qadar kita bisa menguji keadaannya, kalau kebaikannya bertambah maka itu salah satu tanda bahwa dia telah bertemu Lailatul Qadar.

Kemudian dia selalu mencari kedamaian, damai dengan diri sendiri, damai dengan orang lain, damai dengan tumbuhan dan damai dengan binatang sehingga kehidupan kedamaian itu dibawanya sampai di hari kemudian dan ketika itu dihari kemudian dia akan masuk di negeri yang dinamakan Darus Salam yaitu negeri yang penuh dengan kedamaian.

Kenapa Allah menganugerahkan ini kepada manusia, karena Allah menganugerahkan ini hanya kepada umat Nabi Muhammad dan Allah tidak menganugerahkannya kepada umat yang lain,, kenapa demikian, karena ada yang berkata, bahwa umat umat terdahulu usianya lebih panjang dari usia manusia sekarang, sehingga untuk menggantikan panjangnya usia itu disana, Allah memberi Lailatul Qadar sehingga setiap orang yang mendaapatkan lailatul Qadar seakan akan usianya bertambah seribu bulan.

Untuk itu kita terus berharap untuk mendapatkan Lailatul Qadar dengan mengamalkan doa yang diajarkan oleh Nabi Muhammad Saw ketika memasuki malam Lailatul Qadar.

” Allahumma Antas Salam, Waminkas Salam, Wailaika Ya ‘Udus Salam, Fahaiyina Rabbana Bis Salam, Wa Adkhilnal Jannata Daras Salam, Tabarakta Rabban Wata ‘Alaita Ya Dzalzalali Wal Ikram,”

Ya Allah Engkaulah yang maha Damai, darimu bersumber segala kedamaian, maka hidupkanlah kami dalam kedamaian dan masukkanlah kami kedalam Surgamu yaitu Surga yang penuh dengan kedamaian wahai Tuhan Yang Maha Agung dan Maha Mulia, Walham Dulillahi Rabbil Alamin.(sm)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!