Rentenir Berkedok Koperasi Marak Di Tanjung Balai RDP DPRD Rekomondasikan Penertiban
Maraknya rentenir penjerat leher rakyat miskin yang berkedok koperasi di Kota Tanjungbalai dampaknya sudah saat meresahkan, para rentenir ini biasanya menggunakan jasa debt colletor untuk menagih kepada peminjam dengan bunga yang mencekik leher.
Hal ini menjadi pembahasan pada Rapat Dengar Pendapat (RDP) yang dilakukan oleh DPRD Kota Tanjungbalai.
Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Energi Of Harmony dibawah kepemimpinan Zulham Effendi,S.Sos.I,SH menjadi pelapor atas banyaknya keluhan masyarakat terhadap rentenir – rentenir yang mencekik leher rakyat.
Didampingi Sekjen DPD KNPI bung M.Azri,SH dan Ornaginasi Kepemudaan Islam (OKI) Pengurus Cabang (PC) Pemuda Muslimin Indonesia (PMI) Kota Tanjungbalai, Zulham menyampaikan banyaknya persoalan yang telah dialami masyarakat yang terjadi akibat dari terjerat pinjaman dari rentenir.
Pasalnya, para rentenir – rentenir diduga kuat berkedok koperasi yang mengambil suku bunga cukup tinggi dan memakai jasa debt collector untuk menagih pinjaman tersebut dengan cara-cara yang tidak manusiawi.
Bahkan, masih menurut Zulham, para debt collector tersebut sengaja direkrut dari luar kota dan menetap di Kota Tanjungbalai tanpa memiliki data administrasi yang jelas.
“Kami mendapatkan keluhan-keluhan masyarakat yang merasakan prilaku rentenir yang menggunakan jasa dabt collector secara tidak manusiawi, bahkan suku bunga cukup tinggi dan mencekik leher”. ungkap zulham dalam RDP tersebut. (Selasa/24/01/2023).Masih menurut Zulham “Bahkan mereka (rentenir) menggunakan jasa dabt collector yang sengaja diambil dari luar kota tanpa data kependudukan yang jelas”.
Para anggota DPRD yang hadir dalam memimpin RDP tersebut H.Artati, Andi Abddurahim, Teddy Erwin dan Nurul Hasnita Marpaung.
Hj.Artati sebagai pimpinan sidang menekankan agar Dinas UKM selaku penanggung jawab dalam pengawasan dan pembinaan koperasi Di Kota Tanjungbalai harus bisa menangani masalah ini secara baik dan cepat sebab persoalan ini sudah berdampak langsung dengan masyarakat, dan harus ada langkah kongkrit yang diambil dalam waktu dekat.
Hadir pula sebagai mewakili Pemerintah Kota Tanjungbalai Plt.Kadis Koperasi dan UMKM, Susanto, Tuah Manurung, Sekretaris serta unsur Dinas Koperasi dan UMKM lainnya.
Menurut Sutanto ada lebih ratusan Koperasi yang saat ini dibawah binaan Dinas Koperasi dan UMKM, ada koperasi yang saat ini dalam keadaan tidak sehat.
Namun susanto tidak menjelaskan secara terperinci Koperasi yang menjadi Lembaga Keuangan Mikro (LKM) atau Koperasi yang menjalankan usaha Simpan Pinjam yang terdaftar di Dinas Koperasi dan UMKM Tanjungbalai sesuai dengan pokok pembahasan pada RDP.
Menurut susanto langkah yang akan diambil Dinas Koperasi dan UMKM dalam menindaklanjuti Hasil RDP adalah memanggil dan mendata kembali koperasi-koperasi yang ada dengan meminta bantuan para camat masing-masing didaerah.
Sementara itu Hadir Camat Teluk Nibung M.Ali, Camat Sei Tualang Raso Maria Santifa, Camat Datuk Bandar Timur Indra Wiraguna dan Camat TBS Fitriadi.
Rekomondasi RDP tersebut juga meminta kapada camat untuk melakukan pendataan terhadap warga pendatang yang memiliki dokumen dan data administrasi, sebab dikhawatirkan kebanyakan para rentenir pemperkerjaakan debt collector yang datang dari luar kota tanpa dokumen atau data administrasi yang lengkap.(S.Marpaung)

