Demo Rektor IADU Asahan, Mahasiswa Desak Tindak Dosen Diduga Terlibat LGBT

Asahan – RIENEWS. ID – Diduga terlibat LGBT (lesbian, gay, biseksual, dan transgender), seorang oknum dosen IADU Asahan diminta ditindak keras dan tidak diperbolehkan lagi mengajar.

Tuntutan tersebut merupakan salah satu dari enam tuntutan yang disampaikan  Mahasiswa IAIDU Asahan saat menggelar orasi di depan kantor Biro Rektor IAIDU Asahan di Kisaran, Minggu (30/10/22).

Aksi yang dikomandoi Sandi Amanda Mahasiswa aktif Fakultas Syari’ah IAIDU Asahan menghadirkan seorang mahasiswa yang diduga telah menjadi korban LGBT yang diduga dilakukan oknum dosen IADU berinisial AS (34).

Dengan gamblang, korban memberikan kejelasan tentang apa apa saja yang di lakukan oleh terduga pelaku kepadanya. Korban mengatakan terduga pelaku sampai benar-benar memegang kemaluannya.

Adapun 6 tuntutan mahasiswa kepada Rektor IAIDU Asahan terkait dugaan perbuatan amoral oknum dosen AS adalah ;

Pertama, meminta agar oknum dosen yang diduga berperilaku penyimpangan seksual terhadap mahasiswa di kampus IAIDU ditindak tegas.

Kedua, menolak keras oknum dosen mengajar di kampus IAIDU karena merusak jati diri mahasiswa menjadi korban atau pelaku penyimpangan seksual yang terus terulang.

Ketiga, meminta kepada pihak Rektor untuk tidak mengancam mahasiswa yang terlibat dalam aksi menjadi korban penyimpangan seksual dalam hal apapun baik dari perkuliahan maupun sikap kritis.

Keempat, meminta kepada Rektor tidak melakukan pembelaan terhadap oknum dosen yang diduga menjadi pelaku penyimpangan seksual terhadap mahasiswa.

Kelima, Indonesia meminta kepada Rektor untuk mengklarifikasi tentang KTM Mahasiswa IAIDU ketika aksi diminta untuk menunjukkan KTM peraturan mendadak yang dibuat.

Keenam, meminta kepada pihak Rektor untuk mengusut tuntas dosen yang berperilaku penyimpangan seksual.

Usai mendengar tuntutan mahasiswa, dari pihak IADU tampil Wakil Rektor 2 Drs. Wardah yang mengatakan seluruh tuntutan mahasiswa akan di sampaikan kepada pihak Rektor.

Kepada awak media, kordinator aksi mengatakan pihaknya meminta pihak Rektor untuk mengusut tuntas dugaan kasus ini agar tidak ada lagi korban-korban selanjutnya.

“Kita beri waktu seminggu kedepan kepada Rektor untuk mengusut tuntas kasus ini. Bila tidak dipenuhi maka akan kita gelar aksi yang ke 3 yang nantinya seluruh mahasiswa dari elemen organisasi ekstra kampus akan di turunkan”, ungkap Sandi Amanda (ADM)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!