Batu Bara, RIENEWS.ID – Jelang pelantikan akbar November mendatang, Pengurus Daerah Al Washliyah Batu Bara menggenjot musyawarah pembentukan Washliyah Kecamatan (Muscab) di 12 kecamatan se Kabupaten Batu Bara.
Kegiatan tersebut diungkapkan Ketua PD Al Washliyah Batu Bara Ustadz Al Asari saat membuka musyawarah pembentukan Pengurus Cabang Al Washliyah Kecamatan Lima Puluh, Kamis (22/9/22).
“Sebagai tindak lanjut dari program konsolidasi organisasi, PD Al Washliyah Batu Bara menggelar musyawarah Pembentukan Pengurus Cabang Al Washliyah Kecamatan Lima Puluh. Musyawarah ini merupakan musyawarah yang ke 11 dari 12 kecamatan yang ada di Batu Bara”, jelas Ustad Al Asari.
Dikatakan Al Asari, Pengurus Daerah berkomitmen untuk menuntaskan program ini sebelum pelaksanaan pelantikan PD Al Washliyah Batu Bara yang Insha Allah akan digelar pada bulan November akan datang.
Muscab ini dihadiri Pengurus Daerah Al Washliyah Batu Bara, tokoh masyarakat, unsur pemerintahan dan tokoh Agama.
Dalam sambutan bimbingan dan arahannya, Ketua PD Al Washliyah Batu Bara Ustadz Al Asari menyampaikan maksud dan tujuan dari pelaksanaan musyawarah ini.
“Musyawarah Pembentukan Pengurus Cabang ini merupakan amanah organisasi yang wajib untuk dilaksanakan. Hari ini tepat di Kecamatan Lima Puluh merupakan kecamatan yang ke 11 penyelenggaraan musyawarah. Sebagai Ormas Islam yang lahir dan besar di Sumatera Utara Al Washliyah berkewajiban untuk melahirkan karya terbaik untuk daerah ini baik diminta atau tidak diminta”, ungkapnya.
Dipaparkan Al Asari, Al Washliyah Batu Bara memiliki 73 unit lembaga pendidikan yang tersebar di seluruh kecamatan yang ada di Batu Bara. “Jadi kita membutuhkan adanya perawat terbaik untuk memajukan pendidikan ini dan keberadaan Pengurus Cabang yang ada di kecamatan menjadi penting guna mengurusi ummat”, sebutnya.
Pada musyawarah pembentukan Cabang Kecamatan Lima Puluh terpilih Mu’allim Ahmad Nurdin, S.PdI sebagai Ketua PC Al Washliyah Lima Puluh.
Kepada Ketua terpilih dan calon pengurus lainnya, Al Asari menitipkan pesan untuk segera menyusun struktur organisasi dengan mempedomani AD/ART Al Washliyah dan mempertimbangkan keterwakilan setiap desa.
“Berwashliyah ini harus bahagia, sebab pertama, kita mengurus dan kerja kita kerja sosial. Kita tidak mengelola anggaran tapi mengeluarkan anggaran untuk menjalankan organisasi. Kedua, belanja untuk organisasi bisa lebih besar dibanding belanja dirumah sendiri. Jadi kalau tidak bahagia maka yang lahir adalah kecewa”, ujarnya mengingatkan. (eps)

