Nelayan Tradisional Batu Bara Keluhkan Kelangkaan Solar dan Pukat Harimau Hambat Operasional Mereka

Batu Bara, RIENEWS.ID – Bukan Ahmad Hadian Kardiadinata namanya bila setiap berkunjung ke daerah pemilihannya tidak menyempatkan diri bersilaturahmi dengan masyarakat marginal seperti petani dan nelayan.

Demikianlah, disela-sela kegiatan penyerahan 260 Utas Jaring Gillnet dari Dinas Perikanan dan Kelautan Pemprovsu yang merupakan aspirasinya kepada 10 kelompok nelayan tradisional di Kabupaten Batu Bara, politisi yang akrab disapa UHa (Ustadz Hadian) itu menyempatkan diri bersilaturahmi dengan pengurus DPC HNSI Batu Bara di Objek Wisata Mangrove Park Pantai Sejarah Desa Perupuk Kecamatan Lima Puluh Pesisir, Selasa (23/8/22) petang.

“Saya ingin mendengar keluhan nelayan tradisional dalam mencari nafkah di laut. Apa keluhan dan kesulitan mereka akan saya bawa ke DPRD Sumut agar diperoleh solusinya”, ungkap UHa yang merupakan anggota DPRD Sumut Fraksi FPKS Dapil 5 Batu Bara, Asahan dan Tanjung Balai itu.

Disebutkan UHa, diskusi petang tersebut berjalan hangat dan santai penuh keakraban sambil menikmati kopi dan teh.

Kesempatan tersebut dimanfaatkan para Ketua Ranting HNSI menyampaikan permasalahan-permasalahan yang dialami nelayan selama ini diantaranya tidak lancarnya pasokan BBM Solar bersubsidi untuk nelayan, zonasi tangkap yang tidak tertib, ancaman pukat harimau bagi nelayan tradisional dan permasalahan  lainnya yang menghambat operasional mereka.

“UHa dan HNSI Batu Bara sepakat untuk bersinergi secara positif dan konstruktif dalam membangun perikanan Batu Bara khususnya dan Sumatera Utara umumnya”, ucap UHa. (eps)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!