Bupati Batu Bara Tutup Pesta Tapai 2026, Tegaskan Komitmen Jaga Kualitas Tradisi

Batubara – Bupati Batu Bara Baharuddin Siagian, S.H., M.Si., menegaskan bahwa Pesta Tapai merupakan ikon budaya Kabupaten Batu Bara yang telah menjadi tradisi masyarakat dalam menyambut bulan suci Ramadan. Karena itu, kualitas penyelenggaraannya harus terus dijaga dan ditingkatkan agar semakin baik dari tahun ke tahun.

Penegasan tersebut disampaikan saat Bupati menutup secara resmi rangkaian kegiatan Pesta Tapai Tahun 2026 yang digelar di Desa Dahari Selebar, Kecamatan Talawi, Minggu malam (15/2/2026).

Dalam sambutannya, Bupati menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada seluruh panitia, pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), tokoh masyarakat, serta semua pihak yang telah berkontribusi menyukseskan Pesta Tapai sebagai agenda budaya tahunan yang menjadi kebanggaan masyarakat Batu Bara.

Untuk penyelenggaraan tahun 2027 mendatang, Bupati Baharuddin meminta agar dilakukan evaluasi menyeluruh, khususnya pada aspek pelayanan kepada pengunjung. Ia menekankan pentingnya keramahan tuan rumah dalam menyambut tamu dengan semangat, senyum, dan sikap santun sebagai cerminan budaya masyarakat setempat.

Selain itu, ia juga mengingatkan pentingnya menjaga kualitas produk yang dijual, keseragaman harga, serta aspek keamanan selama kegiatan berlangsung. Menurutnya, faktor-faktor tersebut sangat menentukan tingkat kepuasan pengunjung dan menjadi kunci agar mereka tertarik untuk kembali hadir pada pelaksanaan Pesta Tapai di tahun-tahun berikutnya.

Di akhir sambutannya, Bupati Batu Bara secara resmi menyatakan Pesta Tapai Tahun 2026 ditutup. Prosesi penutupan berlangsung khidmat namun tetap meriah, disambut antusiasme masyarakat yang memadati lokasi kegiatan hingga malam hari.

Melalui penyelenggaraan Pesta Tapai, Pemerintah Kabupaten Batu Bara berharap tradisi dan nilai-nilai budaya lokal dapat terus dilestarikan sekaligus memberikan dampak positif terhadap perekonomian masyarakat, khususnya dalam mendorong pertumbuhan UMKM dan pariwisata berbasis budaya di daerah tersebut. (Nms)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!